Mitos dan Fakta Tentang Stainless Steel
Stainless steel dikenal sebagai material yang kuat, tahan karat, dan banyak digunakan di berbagai industri, mulai dari rumah tangga, kuliner, konstruksi, hingga medis. Namun, di balik popularitasnya, masih banyak mitos yang beredar di masyarakat mengenai stainless steel. Mitos-mitos ini sering kali menimbulkan kesalahpahaman dalam penggunaan dan perawatannya.
Agar tidak keliru, mari kita bahas mitos dan fakta tentang stainless steel berikut ini.
Mitos 1: Stainless Steel Tidak Bisa Berkarat
Fakta:
Stainless steel bisa berkarat jika digunakan atau dirawat dengan tidak tepat. Stainless steel memang memiliki lapisan pelindung kromium yang membuatnya tahan korosi, tetapi paparan bahan kimia keras, air garam, atau goresan berlebihan bisa merusak lapisan tersebut.
➡️ Oleh karena itu, stainless steel tetap membutuhkan perawatan rutin.
Mitos 2: Semua Stainless Steel Itu Sama
Fakta:
Stainless steel memiliki berbagai jenis dan grade, seperti 201, 304, dan 316, dengan karakteristik yang berbeda.
- SS 201: Lebih ekonomis, ketahanan korosi lebih rendah
- SS 304: Paling umum, tahan karat dan food grade
- SS 316: Tahan bahan kimia dan lingkungan ekstrem
Pemilihan grade yang tepat sangat menentukan daya tahan produk.
Mitos 3: Stainless Steel Tidak Perlu Dibersihkan
Fakta:
Meskipun terlihat bersih, stainless steel tetap perlu dibersihkan secara rutin. Debu, minyak, dan noda air dapat menumpuk dan merusak tampilan serta fungsinya jika dibiarkan terlalu lama.
Pembersihan rutin membantu menjaga kilap dan mencegah korosi.
Mitos 4: Stainless Steel Selalu Aman untuk Makanan
Fakta:
Tidak semua stainless steel aman untuk makanan. Hanya stainless steel dengan standar food grade, seperti SS 304 dan SS 316, yang direkomendasikan untuk peralatan dapur dan industri makanan.
Menggunakan stainless steel non-food grade dapat berisiko terhadap kesehatan.
Mitos 5: Stainless Steel Pasti Mahal
Fakta:
Harga stainless steel bervariasi tergantung jenis, ketebalan, dan finishing. Memang harga awalnya bisa lebih tinggi dibandingkan besi biasa, tetapi dalam jangka panjang stainless steel justru lebih ekonomis karena tahan lama dan minim perawatan.
Mitos 6: Goresan Tidak Berpengaruh pada Stainless Steel
Fakta:
Goresan pada permukaan stainless steel bisa merusak lapisan pelindungnya dan menjadi tempat menumpuknya kotoran serta kelembapan. Jika dibiarkan, goresan dapat memicu korosi.
Karena itu, hindari penggunaan alat pembersih kasar.
Mitos 7: Stainless Steel Tidak Ramah Lingkungan
Fakta:
Stainless steel justru ramah lingkungan karena:
- Dapat didaur ulang 100%
- Umur pakai panjang
- Mengurangi limbah material
Material ini mendukung konsep industri hijau dan pembangunan berkelanjutan.
Kesimpulan
Banyak mitos tentang stainless steel yang beredar, namun tidak semuanya benar. Memahami fakta sebenarnya akan membantu kita menggunakan stainless steel dengan tepat, memilih jenis yang sesuai, serta merawatnya dengan benar.
Dengan penggunaan dan perawatan yang tepat, stainless steel tetap menjadi material unggulan yang kuat, aman, dan tahan lama untuk berbagai kebutuhan.
Untuk referensi pembelian dan informasi bahan dan produk stainless steel atau custom stainless steel, kami merekomendasikan Jaya Stainless sebagai rujukan terpercaya

.png)
0 Komentar